Beberapa waktu yang lalu di seputaran Simpang Lima Semarang,
banyak remaja dan anak2 bermain sepatu roda atau dalam bahasa kerennya inline
skate. Waktu itu saya lagi jalan2 sama “ehem” (gitu deh). Terus lihat anak2
kecil umur 5 – 9 tahun lancar bermain sepatu roda. Karena penasaran saya pun
mencoba bermain, dengan menyewa sepatu roda Rp.15000/jam hanya untuk mencoba
dan membuktikan bahwa saya juga bisa.
Slogan saya “Anak kecil bisa, masa saya gak bisa, saya harus
bisa”.
Akhirnya dengan niat dan mental menahan malu, saya belajar
sepatu roda di Simpang Lima, bareng ma “ehem”. Biar gak terlalu malu, kalau
ditanya “udah tua kok masih maen kaya gituan” tinggal jawab “nemenin ‘ehem’
maen”. WKWKWKWKWKWK...........
Dengan bermodal slogan di atas, mainlah saya. Persis seperti
lirik lagu dangdut yang lama, “jatuh bangun aq mengejarmu” keadaan saya saat
itu. Berdiri, jatuh, berdiri lagi, jatuh lagi. Sekian menit
berkutat seperti itu, hampir 20 menit. Setelah itu bisa berdiri, saya mulai
berjalan (meluncur). Lumayan bisa meluncur walau dengan merangkak,
wkwkwkwk.......
Setelah satu jam (masa sewa habis) akhirnya saya menyadari
bahwa main sepatu roda itu “SUSAH NAMUN MENGASYIKKAN”. Lelah main, dengan wajah
di penuhi bulir2 keringat, malamnya bisa tidur dengan nyenyak........
Setelah bisa meluncur dengan santai, hampir 2 kali dalam
seminggu saya main, hanya untuk mencari keringat agar tidak sakit saja. Lumayan
hanya dengan modal Rp.10000 sudah bisa mencari sehat, dengan mengurangi uang
makan dan uang rokok 2 bungkus (bagi yang merokok) anda sudah mendapat
pengalaman, olahraga dan kesehatan.