Spionase Industri dalam Kegiatan Ekonomi

0 comments
1.      Pengertian Spionase
Spionase (pengintaian, memata-matai dari bahasa Perancis espionnage) adalah suatu praktik untuk mengumpulkan informasi mengenai sebuah organisasi atau lembaga yang dianggap rahasia tanpa mendapatkan izin dari pemilik yang sah dari informasi tersebut. Yang membedakan spionase dengan bentuk pengumpulan informasi intelijen lainnya adalah bahwa spionase bisa mengumpulkan informasi dengan mengakses tempat di mana informasi tersebut disimpan atau orang yang mengetahui mengenai informasi tersebut dan akan membocorkannya melalui berbagai dalih.
Spionase biasanya dianggap sebagai bagian dari upaya institusional (misal, pemerintahan atau badan intelijen). Istilah spionase pada mulanya dianggap sebagai suatu keadaan memata-matai musuh potensial atau aktual, terutama untuk tujuan militer, tetapi kini telah berkembang untuk memata-matai perusahaan, yang dikenal secara spesifik sebagai spionase industrial.
Cara kerja spionase sangat beragam, mulai dari memberikan hadiah kepada pejabat-pejabat pemerintah untuk memberi tahu informasi ekonomi dan industri, dengan memberikan uang, maupun dengan rayuan atau sex. (http://www.satuiku.com/2010/10/definisi-spionase.html)
Industri adalah bidang matapencaharian yang menggunakan ketrampilan dan ketekunan kerja (bahasa Inggris: industrious) dan penggunaan alat-alat di bidang pengolahan hasil-hasil bumi dan distribusinya sebagai dasarnya. Maka industri umumnya dikenal sebagai mata rantai selanjutnya dari usaha-usaha mencukupi kebutuhan (ekonomi) yang berhubungan dengan bumi, yaitu sesudah pertanian, perkebunan dan pertambangan yang berhubungan erat dengan tanah. Kedudukan industri semakin jauh dari tanah, yang merupakan basis ekonomi, budaya dan politik.
Spionasi Industri atau mata-mata bisnis merupakan suatu kegiatan yang dijalankan oleh suatu badan organiasasi rahasia pada suatu negara untu mendapatkan informasi mengenai industri ternaru yang sedang dikembangkan negara lain untuk di kembangkan di negaranya sendiri.
Spionase Industri merupakan bagian dari Competitive Intelligence. Competitive Intelligence adalah hasil (output) dari proses yang sistematik dan sah (legal) untuk mendapatkan dan menganalisa informasi mengenai pesaing bisnis yang telah ada dan potensial.
Competitive Intelligence adalah bagian dari Intelligence lingkungan secara keseluruhan yang dibutuhkan perusahaan untuk membuat keputusan yang baik. Ada beberapa Intelligence yang penting dalam bisnis, serta berdampak terhadap strategi dan menentukan kemampuan untuk mencapai target. (http://mjusupnurgraha.blogspot.com/2009/10/teori-competitive-intelligence-ci_31.html)
Biasanya kegiatan ini terjadi di antara negara-negara yang memiliki potensi ekonomi yang besar dan merupakan negara adidaya atau berkembang. Sudah banyak berita tentang di curinya informasi ekonomi dan teknologi dari berbagai negara karena adanya mata-mata yang beredar.
2.      Bahaya Spionase Industri
Spionase industri sangat berbahaya dikarenakan negara yang memiliki banyak potensi ekonomi akan ditipu dan dijajah dalam hal ekonomi. Sehingga membuat negara tersebut akan mengalami krisis ekonomi dalam negeri sendiri, padahal negara itu memiliki banyak potensi.
Belakangan, spionase industri lebih banyak dilakukan ketimbang spionase soal politik. Jerman, misalnya, menyatakan telah kehilangan 53 miliar euro setahun karena kehilangan kesempatan mengembangkan industrinya. Pencuri informasi utamanya tentu saja China. (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/10/08/07543027/Mata-mata.Bisnis.Semakin.Menggila)
Banyak negara yang telah menerapkan dan melakukan kegiatan spionase ini, terutama negara-negara yang memiliki badan intelegen rahasia sendiri seperti : Central Intelligence Agency (CIA) milik United States (Amerika), Mossad milik Israel, Secret Intelligence Service (SIS) alias MI6 milik Inggris, The Ministry of State Security (MSS) milik China, dan Sluzhba Vneshney Razvedk (SVR) milik Rusia.
Negara-negara atau perusahaan yang telah dicuri informasinya, mengalami kerugian. Baik dalam bidang keuangan, atau prospek dari suatu potensi industri dan ekonomi serta bisnis di negaranya. Banyak peritiwa pembobolan informasi yang sudah terjadi sampai sekarang. Baik itu karena pencurian informasi atau karena pembobolan teknologi yang telah dihasilkam suatu negara atau perusahaan. (http://www.brothers.web.id/2011/02/4-organisasi-spionase-saingan-cia.html)

Spionase Industri Dalam Kegiatan Ekonomi
1.      Cara Kerja Spionase Industri
Spionase Industri merupakan salah satu strategi dalam persaingan bisnis untuk dapat mengetahui informasi lawan bisnis. Bagian paling penting dalam sebuah persaingan adalah meraba strategi lawan. Semakin piawai berspionase menebak langkah, makin terbuka peluang memenangkan persaingan.
Layaknya sebuah perang, produsen dan pemasar banyak yang menggunakan, bahkan mengandalkan mata-mata untuk bisa memenangkan persaingan dalam bisnis dan industri.
Ada empat tahap sederhana yang dapat dilakukan dalam kegiatan spionase.
1.     Perencanaan.Merencanakan tujuan dari kegiatan spionase, baik bidang industri, ekonomi, teknologi, maupun militer.
2.     Mengumpulkan informasi. Biasanya dengan memata-matai seseorang yang berkedudukan tinggi di suatu badan intelengen atau perusahaan.
3.     Pada tahap ini informasi maupun data yang sudah ada di tangan harus dianalisa dan digodok, dan dirombak ulang untuk diterapkan (teknologi)
4.     Semua hal yang sudah diperoleh, dijadikan bahan untuk mengolah dan mempraktekkannya di tempat atau negara sendiri.
(http://www.blogigo.com/cerpen/Empat-Langkah-Spionase-Kalahkan-Pesaing/82/)
2.      Beberapa Contoh Peristiwa Spionase Industri
Beberapa contoh peristiwa dan kerugian yang diakibatkan kegiatan spionase industri dan ekonomi.
ü  Sebuah laporan yang ditulis oleh agen mata-mata Inggris, MI5, menyatakan, mata-mata China menyamar lewat berbagai macam cara, termasuk mendekati eksekutif-eksekutif Inggris dengan jebakan seks sehingga dapat memeras untuk mendapatkan informasi mengenai rahasia komersial.
ü  Salah satu kisah klasik tetang intilejen terjadi pada persaingan pada industri elektronik, khususnya komputer. Jepang, negara yang paling handal dalam hal industri elektronik, tak memiliki pangsa pasar yang memadai dalam industri komputer pribadi atau PC. Justru negara Taiwan-lah yang merajai.
Menurut rumor yang berkembang, ketika IBM ingin memproduksi PC secara massal, mereka tak mencari kontraktor Jepang, melainkan Taiwan. Tak lama setelah itu, Taiwan merajai dunia PC dengan ‘jangkrik’-nya.
ü  Perusahaan raksasa mobil Prancis, Renault menghentikan tiga eksekutif seniornya yang diduga terkait kasus spionase komersial baru-baru ini. Belakangan, Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy memerintahkan intelijen negara untuk mencari tahu apakah China ada di balik dugaan spionase Renault. 
Dan masih banyak lagi contoh-contoh peristiwa spionase industri yang tidak terekspos karena situasi dan kondisi dari negara atau perusahaan tersebut yang masih ingin di rahasiakan dari publik dan media massa.
(dari berbagai sumber) 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan kritik dan sarannya pada kolom komentar di bawah ini. Gunakanlah kalimat yang baik dan sopan untuk toleransi bersama. Terimakasih.